Fakta satu : Yesus terangkat naik ke surga membuktikan bahwa Yesus nggak mati, tapi Yesus hidup selamanya. Banyak orang ‘pintar’ n jenius yang mencoba mencari tahu di mana kuburan n tulang-belulang Yesus. Faktanya : sampai hari ini nggak ada yang bisa membuktikan di mana kuburan n tulang-belulang Yesus. Hal ini jadi jaminan bagi siapapun yang percaya Yesus bakal dipulihkan tubuhnya jadi tubuh ilahi. Bahkan, yang udah mati sekalipun sebelum Yesus datang kedua kali.
Fakta kedua : karena Yesus nggak mati, tapi hidup selamanya ; maka Yesus bukanlah manusia biasa. Yesus adalah anak Allah yang jadi manusia. Bayangin kalau Anak Allah yang hidup datang dengan keberadaanNya sebagai Anak Allah…! Aku yakin nggak bakal ada yang selamat. Itulah alasannya mengapa Yesus datang sebagai manusia supaya manusia bisa mengerti kehendak n isi hati Allah. Walaupun nampaknya turun derajat. Bayangin…! Dari derajat yang memiliki hak keistimewaan sebagai Anak Allah jadi manusia.
Fakta ketiga : ada kehidupan sesudah kematian. Yesus terangkat naik ke surga membuktikan ada surga n neraka. Jadi siapapun yang nggak percaya ada surga n neraka, maka sudah mengingkari keberadaan Tuhan, Allah yang menciptakan dunia dan dirinya sendiri. Karena Yesus diyakini banyak agama untuk menghakimi siapapun yang boleh masuk ke surga/nirwana, maka Yesus memiliki kuasa atas kerajaan surga dari Allah.
Fakta keempat : Yesus terangkat naik ke surga membuktikan bahwa Yesus bertakhta di kerajaan Allah. Kalau Yesus nggak bertakhta di kerajaan Allah, maka sia-sia kepercayaan kita selama ini. Karena Yesus terangkat naik membuktikan bahwa Yesus bisa mengatasi hukum alam. Sehingga setiap orang yang percaya Yesus bisa mengalahkan apa yang nggak mungkin menurut pikiran jadi mungkin di dalam nama Yesus.
Fakta kelima : cara Yesus ke surga menjadi cara yang sama Yesus datang lagi untuk kedua kalinya. Karena siapapun yang pernah ke suatu tempat, maka tahu untuk kembali.
DIarsipkan di bawah: Artikel | Ditandai: Cara yang sama, Kenaikan, Melebihi hukum alam, Supernatural, Surga-Neraka, Tubuh Ilahi