Setiap natal menjelang, sejak kira-kira 3 tahun yang lalu, muncul pertanyaan di hatiku yang mengganggu pikiranku. Koq nampaknya perayaan natal dirayakan lebih meriah daripada perayaan yang lainnya ?
Kalau itu terjadi di kalangan orang-orang yang nggak kristen, mungkin wajar. Tapi kalau terjadi di kalangan orang-orang kristen sendiri, menurutku sangat menyedihkan.
Karena menurut hati kecilku, percuma Yesus lahir ke dunia kalau nggak menyelesaikan tugas yang sudah ditetapkan Allah. Tugas itu nampak di Yes 61:1-3. Puncak tugas yang harus diselesaikan Yesus sebagai Mesias/Kristus/Juruselamat dari Allah adalah mati tersalib untuk membayar hutang dosa orang-orang yang mau percaya kepada Yesus sesudah mati, bangkit dan naik ke sorga.
Karena Yesus menyelesaikan tugas yang ditetapkan Allah tanpa cacat-cela, maka Allah membangkitkan Yesus dari kematian untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Yesuslah Mesias/Kristus/Juruselamat dari Allah. Itulah sebabnya maka orang-orang yang menyatakan kepada dunia bahwa dia kristen wajib memperingati Hari Kematian dan merayakan Paskah. Paskah dirayakan untuk menyatakan kepada dunia bahwa orang-orang kristen tidak takut terhadap maut karena akan dibangkitkan sama seperti kristus bangkit dari kematian.
Tidak itu saja, Yesus kembali kepada Allah dengan naik ke sorga. Itulah makanya orang-orang kristen wajib memperingati Hari Kenaikan. Hari Kenaikan diperingati untuk menyatakan kepada dunia bahwa ada jaminan hidup kekal di sorga nantinya. Dan untuk menyatakan kepada dunia bahwa kalau Yesus sewaktu-waktu datang lagi sebagai Hakim dan Raja, maka orang-orang kristen yang layak menurut Allah akan diangkat ke sorga tanpa mengalami kematian.
Dan sebelum naik ke sorga, Yesus menjanjikan kepada murid-muridNya bahwa akan datang dari Allah penolong dan penghibur yang akan mengingatkan para murid dan orang-orang yang percaya kepadaNya akan apa yang sudah dikatakan dan diajarkan Yesus. Itulah Roh Kudus dari Allah yang mengetahui dengan pasti apa isi hati Allah. Itulah sebabnya mengapa orang-orang kristen wajib merayakan Hari Pentakosta. Karena di hari kelimapuluh setelah Yesus naik ke sorga, Allah mencurahkan RohNya secara luar-biasa dan nggak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.
Jadi, marilah kita juga memperingati Hari Kematian dan Kenaikan serta merayakan Paskah dan Pentakosta seperti kita merayakan Natal. Karena kalau satu saja dari rangkaian peristiwa itu dihilangkan, maka akan hilang makna kekristenan itu. Bahkan lebih daripada itu, kita menghina Allah yang sudah mempersiapkan rangkaian peristiwa itu sehingga nggak pernah gagal.
Coba kita tanyakan hati kecil kita masing-masing. Gimana kalau satu dari serangkaian peristiwa di atas nggak terjadi ?
DIarsipkan di bawah: Artikel | Ditandai: Diperingati, Dirayakan, Juruselamat, Kematian, Kenaikan, Kristus, Memperingati, Mesias, Natal, Paskah, Pentakosta, Perayaan, Peringatan, Roh Kudus