Pentingnya Tetap Mengingat Perkataan TUHAN

Beberapa hari yang lalu, aku diajak ke natal pemuda yang mengundang hamba Tuhan yang dianugerahkan Allah karunia nabi.  Waktu aku sampai di lingkungan gereja itu, aku bilang ke abang yang mengajak aku kalau aku nggak bawa alkitab.

Eh, ternyata…hamba Tuhan itu juga nggak berkotbah sama sekali. Karena rohNya menghendaki hamba Tuhan itu menyampaikan isi hati Allah dan mentransfer urapan roh baru yang baru dan penuh kuasa ilahi.

Waktu hamba Tuhan itu menyampaikan isi hati Allah, aku menangkap pesan yang sama dengan yang tertera di bagian Pesan Tuhan. Karena pesan yang disampaikan hamba Tuhan itu sama seperti Pesan Tuhan, maka, waktu ada altar call, aku nggak ragu untuk maju.

Di  depan altar itu, aku seperti terbakar di dalam dan di luar karena urapan baru yang kaya’ api. Sewaktu dibungkus dengan urapan api rohNya yang panas membakar itu, aku dengar lagi suara rohNya di hatiku, “Tidakkah kau lihat ? Apa yang dikatakan oleh hambaKu sudah Aku katakan kepadamu.”

Sepulang dari acara itu, aku periksa lagi catatan yang pernah aku buat sehubungan dengan semua rhema yang pernah aku terima dari rohNya. Btw, sejak aku dianugerahiNya karunia pendengaran, hamba Tuhan yang jadi bapak rohani aku menyarankan untuk membuat semacam diary antara aku dan Tuhan. Baik itu rhema sewaktu pujian-penyembahan maupun sewaktu meditasi firman Tuhan.

Sewaktu aku membuka dan membaca lagi diary itu, aku terkejut, terkesima, terdiam, tergetar, terbakar di dalam hati. Ternyata Pesan Tuhan ini bukan perkataan baru, juga bukan perkataan basi. Karena rohNya pernah mengatakan sebelumnya. Kedua perkataan di Pesan Tuhan hanya bagian dari perkataan rohNya pada minggu terakhir July 2007.

Jadi, gimanapun caraNya mengatakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kita, sebaiknya tetap disimpan dan diingat di dalam pikiran juga di dalam hati kita.

Tinggalkan Balasan