Sebelum ke gereja ikut kebaktian hari ini, rasanya malas sekali. Tapi rasa malas itu saya lawan dan pergi ke geraja. Sewaktu penyembahan, saya masuk ke alam roh dibawa oleh Roh Allah. Allah berkata :”MY child… You have had MY WORD and I’ve put MY SPIRIT in you…”
Perkataan itu mengingatkan saya bahwa selama ini saya sering menerima rhema. Rhema itu adalah Firman Allah yang lewat Roh Kudus mengatakan yang bisa didengar seperti dua pribadi berbicara berhadapan muka sesuai sikon orang yang menerima rhema.
Waktu datang ke gereja hari ini, 31-05-2009, aku datang dengan suasana hati yang nggak menentu karena karirku kandas di perusahaan asuransi jiwa. Ketakutan dan kekuatiran yang coba ditanamkan si jahat sempat menyerang aku. Tetapi puji Tuhan, karena Allah nggak meninggalkan aku. Sewaktu penyembahan, rohku dibaharui. Aku juga mendapat pelajaran berharga dari kotbah pendeta yang datang dari luar kota pekanbaru (tasikmalaya, tepatnya).
Kalau Roh Kudus bekerja lewat orang yang percaya kepada Yesus, maka orang yang dianggap biasa, kurang pengetahuan, bakal jadi orang yang luar-biasa, lebih berpengetahuan. Contohnya kedua belas rasul yang dipenuhi oleh Roh Kudus sewaktu dihadapkan kepada para pemimpin dunia yang merupakan orang-orang yang luar biasa dan berpengetahuan luas waktu itu. Jadi, pelajaran satu, kuasa Roh Kudus membuat orang-orang yang percaya kepada Yesus melewati keterbatasan manusia biasa.
Pelajaran kedua, oleh Roh Kudus di dalam Yesus, walaupun orang percaya kepada Yesus dianggap kecil jadi besar. Bahkan alam maut nggak bisa merampas apa yang kita taruhkan di dalam nama Yesus.
Pelajaran ketiga, sesudah diurapi oleh Roh Kudus, setiap orang yang percaya Yesus kudu mengikuti Allah dengan sepenuh hati. Mengikuti dengan sepenuh hati berarti memburu Allah. Oleh karena itu, setiap orang kudu berjalan di rel yang sudah ditetapkan Allah. Rel bagi orang percaya adalah Firman Tuhan, persekutuan sendiri dengan Allah, juga Roh Kudus.
Pelajaran keempat, mengikuti dengan sepenuh hati berarti kudu ada perubahan manusia batiniah. Berarti pembentukan roh manusia menjadi selaras dengan Roh Allah sehingga memiliki sikap yang berbeda dari manusia biasa.
Pelajaran kelima, meminta sesuai dengan apa yang sudah dikatakan Allah tentang hak orang-orang percaya waktu meminta itu datang. Hal ini berarti menyatukan semua perkataan Allah sebagai potongan visi yang berasal dari Allah ; sehingga waktu mengajukan klaim kepada Allah datang, nggak ragu-ragu lagi. Walaupun itu bisa bertahun-tahun lamanya untuk menunggu.
Fakta satu : Yesus terangkat naik ke surga membuktikan bahwa Yesus nggak mati, tapi Yesus hidup selamanya. Banyak orang ‘pintar’ n jenius yang mencoba mencari tahu di mana kuburan n tulang-belulang Yesus. Faktanya : sampai hari ini nggak ada yang bisa membuktikan di mana kuburan n tulang-belulang Yesus. Hal ini jadi jaminan bagi siapapun yang percaya Yesus bakal dipulihkan tubuhnya jadi tubuh ilahi. Bahkan, yang udah mati sekalipun sebelum Yesus datang kedua kali.
Fakta kedua : karena Yesus nggak mati, tapi hidup selamanya ; maka Yesus bukanlah manusia biasa. Yesus adalah anak Allah yang jadi manusia. Bayangin kalau Anak Allah yang hidup datang dengan keberadaanNya sebagai Anak Allah…! Aku yakin nggak bakal ada yang selamat. Itulah alasannya mengapa Yesus datang sebagai manusia supaya manusia bisa mengerti kehendak n isi hati Allah. Walaupun nampaknya turun derajat. Bayangin…! Dari derajat yang memiliki hak keistimewaan sebagai Anak Allah jadi manusia.
Fakta ketiga : ada kehidupan sesudah kematian. Yesus terangkat naik ke surga membuktikan ada surga n neraka. Jadi siapapun yang nggak percaya ada surga n neraka, maka sudah mengingkari keberadaan Tuhan, Allah yang menciptakan dunia dan dirinya sendiri. Karena Yesus diyakini banyak agama untuk menghakimi siapapun yang boleh masuk ke surga/nirwana, maka Yesus memiliki kuasa atas kerajaan surga dari Allah.
Fakta keempat : Yesus terangkat naik ke surga membuktikan bahwa Yesus bertakhta di kerajaan Allah. Kalau Yesus nggak bertakhta di kerajaan Allah, maka sia-sia kepercayaan kita selama ini. Karena Yesus terangkat naik membuktikan bahwa Yesus bisa mengatasi hukum alam. Sehingga setiap orang yang percaya Yesus bisa mengalahkan apa yang nggak mungkin menurut pikiran jadi mungkin di dalam nama Yesus.
Fakta kelima : cara Yesus ke surga menjadi cara yang sama Yesus datang lagi untuk kedua kalinya. Karena siapapun yang pernah ke suatu tempat, maka tahu untuk kembali.
Waktu kelepasan (deliverance) terjadi, maka kemerdekaan (liberty) juga akan mengikuti. Menurut Yak 4:7, sebelum mengalami kelepasan yang akan diikuti dengan kemerdekaan, maka kudu tunduk kepada Allah.
Tunduk (submit) itu bukti ketaatan (obedience) yang sempurna di hadapan Allah melakukan semua perkataanNya. Di hadapan Allah, ketidaktaatan (disobedience) sekecil apapun, sama dengan penyembahan berhala. Dan Allah sangat membenci penyembahan berhala. Kalau begitu, maka iblis bakal gampang banget menyerang dan mengikat orang yang tidak taat. Jadi, kudu melawan (resist) terhadap setiap godaan dan siasat si iblis. Dan kalau mau melawan si iblis, kudu bergumul (wrestling) dalam doa yang benar. Doa yang benar itu adalah doa yang di dalam roh dan kebenaran. Karena iblis yang dilawan bukanlah darah dan daging (Efesus 6:12). Ingat pelajaran Elia yang disuruh Allah ke seorang janda ? Itu pelajaran yang berharga tentang ketaatan. Seorang janda, yang anaknya sakit keras/sekarat dengan persediaan bahan makanan yang menipis di musim kering karena hujan nggak turun sesudah Elia bilang ke raja Israel waktu itu, diminta untuk dahuluin kebutuhan nabi Allah. Waktu taat (obey) untuk menundukkan diri (submit) di bawah kuat kuasa Allah dan melawan (resist) si iblis, maka terobosan (breakthrough) dari Allah bakal datang dengan sendirinya. Untuk melawan (resist) si iblis, perlu diperlengkapi dengan senjata Allah. Ikat pinggang kebenaran, karena pinggang yang hubungin tubuh atas dan bawah. Kebenaran dan keadilan yang persetujuan Allah melindungi dada, karena jantung dan hati kita lemah, kudu dijaga dengan kewaspadaan. Berjalan dengan kerelaan mengatakan ke sebanyak mungkin orang tentang kebenaran Allah. Dan menggunakan perisai iman di segala sikon untuk menahan serangan panah api si iblis. Dengan meletakkan pikiran keselamatan dari Kristus sebagai pelindung pikiran dan seluruh bagiannya. Serta memegang pedang roh, yaitu Firman Allah.
I lift my voice, I lift my praise to You
I lift my hands, I lift my worship to You
and I love You more than I can say
oh, I love You more than I can say
ever I will sing, only You will I adore
glorify my Lord, only You will I serve
for the world will fade away, still my song to You remains
only You will I adore
verse one repeated
verse two repeated
oh, I love You always ; oh, I love You always
oh, I love You always ; oh, I love You always
oh, I love You always ; oh, I love You always
ever I will sing, only You will I adore
glorify my Lord, only You will I serve
for the world will fade away, still my song to You remains
verse two repeated
only You will I adore
only You will I adore
only You will I adore
taken from Hillsong Album
Setahu aku, ADONAI berarti MASTER. Itu adalah ungkapan seorang pelayan kepada tuan yang dilayani. Hal ini berarti, sang pelayan menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada tuan yang dilayani. Karena menurut istilah ini, nyawa sang pelayan bisa saja dihilangkan oleh sang tuan sewaktu-waktu. Jadi, bagaimana pun sikon yang dihadapi sang pelayan dalam rangka melaksanakan keinginan tuannya, sang pelayan hanya perlu taat.
Bisakah kita ???
Kemarin waktu memperingati kematian Yesus, aku mengalami hal yang sudah lama nggak aku alami. Waktu aku menyembah, aku merasakan urapan Roh Kudus begitu kuat. Sampai-sampai tanganku kebas. Selain itu aku mengalami Holly Laughter. Karena waktu itu Roh Kudus menyingkapkan sesuatu kepada aku yang membuat aku tertawa di hadirat-Nya. Dengan kematian Yesus, aku menang terhadap dosa. Dan dengan kebangkitan Yesus, aku menang terhadap kematian kekal. Karena Allah sudah memulihkan manusia rohku, yang jadi fokus Allah terhadap aku. Belakangan ini, aku merasa ‘ditinggalkan’ Allah. Walaupun aku melakukan apa yang dikehendaki-Nya lewat Roh Kudus-Nya dan Firman yang berkata-kata kepadaku. Tetapi puji Tuhan ! Walaupun realitas yang aku lihat belakangan ini lebih buruk, karena aku mulai belajar merendahkan diri ; iblis sering menyerang aku dan membuat karakter lama mulai keluar. Tapi aku percaya, Allah sedang membersihkan dan memurnikan aku. Aku percaya, kuasa darah Yesus yang tertumpah sanggup memulihkan manusia batin dan manusia lahir aku. Dan kuasa darah Yesus itu diperbolehkan-Nya untuk diaplikasikan di berbagai aspek hidupku. Kalau kuasa darah itu sudah bekerja, maka Roh Kudus dengan senang hati berkarya. Dan karena Yesus sudah bangkit, maka kuasa kebangkitan-Nya itu juga mungkin untuk dinyatakan. Karena dalam sejarah manusia, hanya ada dua hal yang sangat ditakuti : sakit dan mati. Akan tetapi ada harga yang harus dibayar untuk mengaplikasikan kedua kuasa itu. Pertama, percaya dengan sungguh-sunguh kepada Yesus. Sesudah percaya, mau taat kepada Firman, baik tertulis maupun lisan. Kemudian hidup dalam pimpinan Roh Kudus hari demi hari. Kalau dibandingkan dengan harga yang sudah dibayar oleh Yesus, sebenarnya apapun yang kita lakukan nggak ada apa-apanya. Aku senang sekali kalau ada yang bersedia menambahkan apa yang diingatkan Roh Kudus untuk ditambahkan kepada tulisan ini…
Belakangan aku sering diserang oleh si iblis dan kaki-tangannya yang jahat. Serangan-serangan itu bahkan semakin gencar dan semakin licik untuk menjatuhkan aku sesudah aku melakukan apa yang Roh Kudus minta. Karena iblis tahu, kalau nggak ‘dikerjai’, maka tugas dari Allah itu mengurangi daerah jajahan dan orang jajahannya secara signifikan. Contohnya nabi Yeremia. Setelah dia melakukan apa yang diminta Allah untuk dikerjakan, Yeremia dihukum oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan. Bahkan nyaris mati karena menjalankan tugas dari Allah. Jadi, kuncinya selama apa yang timbul di hati kita untuk dilakukan sejalan dengan Firman Tuhan (maksudnya Alkitab), kerjakanlah. Kalau setelah itu mengalami masalah, percayalah bahwa itu memang tugas dari Allah ; karena iblis mulai terganggu.
A saviour on a hill, dying for my shame. Could this be true ? Defies the world I see, yet this is all my heart was longing for. To know YOU my LORD, to know YOU more. YOU deserve, YOU deserve, YOU deserve all the praise. YOU deserve, YOU deserve, YOU deserve all the praise. The heaven wept for YOU, the earth cried out, ‘could he be THE ONE ?’ For YOU so loved the world, YOU geve YOUR only SON. To say I love you so, oh how I love YOU so. Hallelujah to THE KING. Hallelujah we will sing forever. And all humanity, aches to find this beautiful love YOU give. We come to YOU again, to offer up our lives, to worship YOU alone, to worship YOU alone.
Kalau dicermati lirik lagu di atas, Allah Bapa di Surga berduka waktu Tuhan Yesus, Anak-Nya yang tunggal mati di bukit golgota. Tetapi Tuhan Yesus mati untuk menghapus aib orang-orang yang mau percaya kepada-Nya di hadapan Allah Bapa. Akan tetapi mungkinkah ? Ternyata mungkin bagi Allah. Karena itulah cara Allah menunjukkan betapa manusia berharga di hadapan-Nya. Dan itulah cara Allah memulihkan citra manusia di hadapan-Nya. Tetapi masih banyak yang mempertanyakan keabsahan Yesus sebagai Tuhan dan Mesias (Juruselamat) dari Allah. So, sepantasnya hidup kita bagi Allah… THE GOD TRINITY BLESS US…
Perkataan pertama : “Bapa, ampunilah orang-orang ini, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Perkataan kedua : “Hari ini, engkau akan bersama dengan Aku di Firdaus.” Perkataan ketiga : “Dialah anakmu, dialah ibumu.” Perkataan keempat : “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ?” Perkataan kelima : “Aku haus.” Perkataan keenam : “Semua sudah selesai.” Perkataan ketujuh : “Bapa, Aku menyerahkan roh-Ku kepada-Mu.” Aku berdoa, agar Roh-Nya menyingkapkan kepada kita arti sebenarnya. Hati kecilku mengatakan bahwa ini kudu aku tuliskan. Karena aku percaya, nggak kebetulan YESUS mengatakan perkataan menjelang kematian-Nya.
Belum lama ini, aku dikirim oleh perusahaan tempat aku bekerja untuk belajar lagi prinsip-prinsip yang menjadi tugas utamaku di perusahaan itu. Dan selama kurun waktu aku di kantor pusat untuk belajar, aku sempat kenal dengan seorang anak Tuhan yang memiliki karunia mendengar suara-Nya. Sama seperti yang Tuhan karuniakan kepadaku. Perbedaan di antara kami hanya konsistensi. Kawanku itu lebih konsisten dibandingkan aku. Tetapi aku bersyukur kepada-Nya, walaupun kami mungkin dikenalkan dengan maksud tertentu, tapi Allah yang mengaruniakan karunia yang sama kepada kami bermaksud lain. Lewat beberapa kali pertemuan dan diskusi yang terbuka satu sama lain, aku pulang dengan satu perubahan yang cukup signifikan. Ternyata lewat dia, Allah mau melembutkan hatiku agar berdamai dengan salah seorang di rumah yang selama ini ‘perang dingin’. Puji Tuhan ! Kini hubungan dengan seisi rumah mulai hangat lagi. Akan tetapi masih ada satu tugas lagi yang masih aku cari tahu kepada-Nya. DIA mau aku stay di satu penggembalaan yang bisa membuat aku memenuhi tujuan Kristus di hidup aku.